Berita

PDI-P Stop Sejarah? Fadli Zon Ungkap Pesan Bung Karno

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menolak desakan Fraksi PDI Perjuangan untuk menghentikan proyek penulisan ulang sejarah nasional. Ia berpendapat bahwa proyek ini merupakan tugas negara yang melibatkan para ahli sejarah, bukan urusan politik semata. Proyek ini, menurutnya, harus berlanjut demi menjaga amanat Bung Karno agar sejarah Indonesia tak pernah dilupakan.

Proyek penulisan ulang sejarah ini melibatkan sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tim dibagi ke dalam tiga wilayah: barat, tengah, dan timur. Fadli Zon membantah kabar adanya sejarawan yang mundur dari proyek tersebut.

Penolakan PDI-P dan Bantahan Fadli Zon

Fraksi PDI-P di Komisi X DPR sebelumnya telah mendesak pemerintah menghentikan proyek penulisan ulang sejarah. Mereka beralasan proyek ini telah menimbulkan polemik dan kontroversi di masyarakat, bahkan mendapat penolakan dari beberapa sejarawan dan elemen masyarakat sipil.

Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PDI-P, MY Esti Wijayati, menyatakan keprihatinannya atas polemik yang ditimbulkan. Ia menekankan perlunya penghentian proyek ini dan pengkajian ulang agar sesuai fakta sejarah dan tidak melukai perasaan masyarakat. Pernyataan kontroversial sejumlah tokoh publik terkait sejarah, termasuk pernyataan Fadli Zon sendiri, juga menjadi sorotan PDI-P.

Proyek Penulisan Ulang Sejarah: Fakta dan Angka

Fadli Zon mengklaim bahwa proyek penulisan ulang sejarah nasional telah mencapai 80 persen penyelesaian. Namun, ia mengaku belum menerima naskah final secara langsung.

Proyek ini melibatkan para akademisi dan profesional di bidang sejarah dari 34 perguruan tinggi di Indonesia. Mereka terbagi dalam tiga kelompok kerja regional untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia. Fadli Zon menegaskan kembali komitmennya agar proyek ini tetap berjalan sesuai rencana.

Langkah Selanjutnya dan Tantangan Ke Depan

Fadli Zon direncanakan akan bertemu dengan pihak DPR untuk membahas jadwal uji publik dan pembahasan di parlemen terkait proyek penulisan ulang sejarah. Tanggal pasti pertemuan dan pembahasan belum diumumkan.

Proyek ini menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait dengan kontroversi dan polemik yang muncul di masyarakat. Mencari keseimbangan antara penyajian sejarah yang akurat dan sensitif terhadap berbagai perspektif merupakan tantangan besar bagi para sejarawan yang terlibat. Keberhasilan proyek ini bergantung pada transparansi proses, keterbukaan terhadap kritik, dan komitmen untuk menyajikan sejarah yang obyektif dan komprehensif.

Penulisan ulang sejarah merupakan tugas yang kompleks dan memerlukan kehati-hatian ekstra. Perlu adanya dialog yang intensif antar berbagai pihak untuk memastikan proyek ini dapat menghasilkan karya yang diterima luas oleh masyarakat Indonesia. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah dan para sejarawan mampu mengatasi polemik yang ada dan menyajikan sejarah yang akurat dan obyektif. Proses ini perlu terbuka dan melibatkan berbagai elemen masyarakat agar menghasilkan narasi sejarah yang lebih komprehensif dan diterima secara luas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button