Prabowo Rahasiakan Diskusi Menteri di Kantor Danantara Baru
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan seluruh menteri Kabinet Merah Putih pada Senin, 30 Juni 2025. Pertemuan yang berlangsung tertutup ini dihelat bertepatan dengan peresmian Wisma Danantara di Jakarta. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan inti dari pertemuan tersebut.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo melakukan peninjauan menyeluruh atas program kerja masing-masing kementerian. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Peninjauan Program Kerja Kementerian
Presiden Prabowo Subianto secara detail menelaah program-program prioritas setiap kementerian. Pembahasan dilakukan secara individual, satu per satu kementerian.
Prasetyo Hadi menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap pelaksanaan program kerja. Presiden Prabowo meminta laporan berkala dari setiap menteri, bahkan selama beliau melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri dalam dua pekan mendatang.
Pentingnya Laporan Berkala dan Monitoring Program
Laporan periodik dari setiap kementerian menjadi hal krusial bagi Presiden Prabowo. Informasi terkini mengenai kemajuan program-program menjadi acuan bagi pengambilan keputusan strategis.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya update dan monitoring yang konsisten. Hal ini menandakan komitmen pemerintah dalam memastikan berjalannya program-program prioritas secara efektif dan efisien.
Wisma Danantara: Rumah Besar Pengelolaan Investasi Negara
Peresmian Wisma Danantara menjadi latar belakang pertemuan tersebut. Wisma Danantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, diresmikan sebagai “rumah besar” pengelolaan investasi negara.
Acara peresmian diawali dengan laporan dari CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Presiden Prabowo kemudian melakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas pencapaian Danantara yang kini mengelola aset lebih dari USD 1 triliun.
Peran Wisma Danantara dalam Pengelolaan Investasi
Wisma Danantara diharapkan mampu meningkatkan koordinasi dan efisiensi pengelolaan investasi negara. Fasilitas ini menjadi pusat operasional bagi Danantara Indonesia dalam menjalankan tugasnya sebagai Lembaga Pengelola Investasi Negara (LPI).
Pemotongan tumpeng pertama diberikan kepada Rosan Perkasa Roeslani. Hal ini sebagai simbol kepercayaan Presiden Prabowo atas kepemimpinan Rosan dalam mengelola aset negara yang signifikan.
Rapat Terbatas Pasca Peresmian
Setelah acara syukuran, Presiden Prabowo langsung memimpin rapat terbatas. Rapat ini dihadiri oleh para menteri Kabinet Merah Putih dan pucuk pimpinan Danantara.
Sekretaris Kabinet, Teddy, juga turut hadir dalam rapat terbatas tersebut. Rapat ini difokuskan pada evaluasi program kerja dan langkah-langkah strategis ke depan.
Rapat tersebut hanya melibatkan menteri-menteri Kabinet Merah Putih tanpa kehadiran wakil menteri. Hal ini menunjukkan fokus Presiden Prabowo pada koordinasi langsung dengan para pemimpin kementerian.
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam mengawasi dan memonitor kinerja Kabinet Merah Putih. Pertemuan di Wisma Danantara bukan sekadar peresmian gedung, tetapi juga momentum penting dalam memastikan keberhasilan program-program pemerintah. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci keberhasilan pemerintahan, dan hal ini ditekankan melalui rapat dan laporan berkala yang diminta Presiden.




