Sekolah Rakyat: Ekonomi Lokal Terdongkrak, Orang Tua Berdaya
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan bahwa program Sekolah Rakyat lebih dari sekadar menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin. Ini merupakan strategi terpadu untuk memberdayakan keluarga dan menggerakkan perekonomian lokal.
Gus Ipul menjelaskan program ini akan memberikan pelatihan keterampilan, dukungan usaha produktif, dan akses permodalan bagi orang tua siswa. Pemerintah juga akan memperhatikan kondisi tempat tinggal mereka.
Sekolah Rakyat: Lebih dari Sekadar Pendidikan Gratis
Sekolah Rakyat dirancang sebagai intervensi komprehensif yang meliputi berbagai aspek kehidupan keluarga miskin. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh, mulai dari pendidikan anak hingga kemandirian ekonomi orang tua.
Program ini akan memberikan dampak positif yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap perekonomian lokal.
Integrasi Pemberdayaan Keluarga dan Peningkatan Ekonomi Lokal
Pemberdayaan orang tua siswa dilakukan melalui pelatihan keterampilan dan penguatan usaha produktif. Pemerintah juga akan membantu akses permodalan bagi mereka yang membutuhkan.
Selain itu, perekrutan guru dan tenaga kependidikan dari wilayah setempat membuka lapangan kerja baru. Pembangunan dan renovasi sekolah juga menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Gus Ipul memperkirakan ribuan pekerja terlibat dalam renovasi sekolah di berbagai lokasi. Hal ini memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Mitigasi Risiko dan Pengawasan Masyarakat
Kemensos bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk mencegah potensi masalah. Teknologi pengawasan seperti CCTV akan ditingkatkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa.
Sekolah Rakyat berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Hal ini meliputi pencegahan perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.
Partisipasi masyarakat dalam pengawasan Sekolah Rakyat sangat penting. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang optimal.
Fasilitas dan Kurikulum Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari ruang kelas dan asrama hingga laboratorium. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, seragam, dan laptop.
Kurikulumnya dirancang secara sistematis dan komprehensif. Program ini dimulai dengan persiapan fisik, mental, dan akademik berbasis pemetaan bakat (talent mapping).
Pembelajaran meliputi intrakurikuler, kokurikurikuler, dan ekstrakurikuler. Penguatan karakter, spiritualitas, nasionalisme, dan literasi juga menjadi fokus utama.
Implementasi dan Target Sekolah Rakyat
Pada tahap awal, Juli 2025, 395 rombongan belajar akan tersebar di jenjang SD, SMP, dan SMA. Sebagian besar lokasi berada di Pulau Jawa.
Pemerintah menargetkan lebih dari 20.000 siswa dapat belajar di Sekolah Rakyat. Untuk mencapai target tersebut, akan ditambahkan 100 titik sekolah lagi.
Penambahan ini akan memanfaatkan balai latihan kerja dan UPT milik Kementerian Ketenagakerjaan serta pemerintah daerah. Dengan demikian, jangkauan program Sekolah Rakyat akan semakin luas.
Program Sekolah Rakyat merupakan langkah signifikan dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. Komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan, diharapkan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan dan bermakna bagi masyarakat Indonesia.




