Berita

Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya: Kronologi Tenggelam di Selat Bali

Tragedi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali: 31 Selamat, 4 Meninggal, 30 Masih Dicari

Insiden nahas mengguncang perairan Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025. KMP Tunu Pratama Jaya, kapal motor penumpang yang melayani rute Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) – Pelabuhan Gilimanuk (Bali), dilaporkan tenggelam sekitar 25 menit setelah meninggalkan pelabuhan. Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menimbulkan keprihatinan atas keselamatan pelayaran di Selat Bali. Hingga saat ini, upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang pukul 22.56 WIB, mengangkut 65 orang (53 penumpang dan 12 kru) serta 22 kendaraan. Sekitar pukul 23.20 WIB, kapal mengirimkan sinyal darurat (distress call) ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi.

Kapal dilaporkan tenggelam sekitar pukul 23.35 WIB di perairan Selat Bali. Informasi ini segera diteruskan ke Basarnas Kantor SAR Surabaya pukul 23.40 WIB.

Tim SAR dari Pos SAR Banyuwangi langsung menuju lokasi menggunakan RIB dan RBB. Mereka tiba di lokasi kejadian dan memulai operasi pencarian dan penyelamatan.

Tim SAR dari Pos SAR Jembrana juga dikerahkan. KN SAR Permadi dan KN SAR Arjuna turut bergabung dalam upaya pencarian. Helikopter Dauphin AS365 HR-3606 juga dikerahkan untuk observasi udara dan evakuasi.

Upaya Pencarian dan Penyelamatan Korban

Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai instansi. Personel Basarnas Special Group (BSG) dengan keahlian penyelamatan bawah air turut dikerahkan untuk memperkuat tim.

Hingga pukul 11.00 WIB pada Kamis, 3 Juli 2025, sebanyak 31 korban selamat telah berhasil dievakuasi. Sayangnya, empat korban ditemukan meninggal dunia. Upaya pencarian terhadap 30 orang yang masih hilang terus dilakukan secara intensif.

Proses evakuasi korban dilakukan dengan berbagai alat dan metode, termasuk penggunaan kapal cepat dan helikopter. Tim SAR bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban ditemukan.

Pencarian dilakukan dengan teliti dan sistematis, memanfaatkan berbagai teknologi dan keahlian dari tim gabungan.

Investigasi dan Langkah Pencegahan di Masa Mendatang

Setelah proses pencarian dan penyelamatan selesai, penyelidikan penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya akan dilakukan secara menyeluruh. Investigasi tersebut akan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk otoritas pelabuhan, ahli kelautan, dan pihak penyedia kapal.

Hasil investigasi akan diumumkan kepada publik dan diharapkan dapat memberikan informasi yang berharga untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Perbaikan standar keselamatan dan prosedur operasional kapal akan menjadi fokus utama pasca insiden ini.

Peningkatan pengawasan dan perawatan kapal secara berkala juga penting untuk memastikan kelaikan kapal dan keselamatan penumpang. Upaya preventif ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pelayaran di Selat Bali.

Proses evakuasi dan pencarian korban yang masih berlangsung memerlukan dukungan dan doa dari semua pihak. Semoga seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dan keluarga korban diberikan kekuatan untuk menghadapi musibah ini. Semoga hasil investigasi dapat memberikan pelajaran berharga bagi peningkatan keselamatan pelayaran di Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button